AURO FONG

www.doyanpoker.com

Christy Christine

www.doyanpoker.com

Elly Tran Ha

www.doyanpoker.com

Angeline

www.doyanpoker.com

Anita Serenna

www.doyanpoker.com

Lollita Cheng

www.doyanpoker.com

Lucy

www.doyanpoker.com

Zhan Lu

www.doyanpoker.com

Friday, July 3, 2015

Laporan Pertandingan: Peru 2-0 Paraguay






untuk kali kedua beruntun Peru menjadi Team terbaik ketiga di Tournament Copa America setelah mengalahkan Paraguay 2-0 di Estadio Municipal Alcaldesa Ester Roa Rebolledo, Sabtu ( 4/7) pagi WIB.

Di Tournament 2011 yang mengambil Tempat di Argentina, Peru juga keluar sebagai Team terbaik Ketiga setelah mengalahkan Venezuela sedangkan Paraguay gagal mengklaim tempat tersebut yang terakhir kali mereka duduki pada 1959 silam.

Setelah harus kalah 2-1 dari tuan rumah Cile di babak semi-final, tim arahan Ricardo Gareca itu mampu bangkit untuk menaklukkan Paraguay, yang sebelum ini takluk 6-1 dari Argentina, di perebutan tempat ketiga berkat gol penyerang Andre Carrillo dan Paolo Guerrero, yang semuanya dicetak di babak kedua.

Di paruh pertama, Los Incas menikmati pertandingan dengan menekan pertahanan Paraguay memanfaatkan kecepatan mereka di sisi lapangan. Sedangkan tim lawan sedikit sekali melakukan serangan karena kurangnya kreativitas lini tengah sebagaimana babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Beberapa saat setelah wasit Raul Orozco melanjutkan laga di babak kedua, Peru langsung mengambil keunggulan lewat tendangan Carrillo memanfaatkan halauan yang kurang sempurna dari pemain bertahan Paraguay. Bola liar tersebut sukses disambar Carrillo yang kemudian gagal dijangkau kiper Justo Villar.

Di pertangahan babak kedua jalannya pertandingan masih dikuasai Peru, selagi Paraguay yang dipaksa bertahan sebelum gawang mereka kembali jebol di menit ke-89 setelah Guerrero meneruskan umpan silang Joel Sanchez dari sisi kanan.

Berkat hasil ini, Peru pun menahbiskan diri sebagai tim

Franck Ribery Janjikan Comeback Dari Cedera Panjang






Cedera engkel Berkepanjangan yang dialami Franck Ribery tentu saja membuatnya penuh dengan frustasi. Namun, sayap Bayern Munich itu berjanji bahwa cedera tersebut tidak akan sampai membuat Franck Ribery pensiun.

Dalam satu tahun terakhir, Ribery terus mengalami Rentetan cidera. Usai gagal membela Prancis di Piala Dunia 2014 akibat cidera punggung, Riberry kembali harus menepi lama setelah mendapat cidera engkel ketika melawan Shakhtar Donetsk di Liga Champions musim lalu.

Proses pemulihan Cideranya berjalan kurang mulus sebagaimana saat ini ia masih terus menggunakan alat pelindung kaki. Kedatangan Douglas Costa dari Shaktar disebut-sebut menjadi pertanda bahwa karrier Ribery di Allianz Arena bakal segera berakhir, namun pemain berusia 32 tahun itu  bertekad untuk segera melakoni Comeback.

" Jika saya masih merasa sakit, saya tidak tahu apakah pelindung ini bisa di lepaskan, Kita akan lihat nanti Namun, Cidera ini tidak ada kaitan nya dengan umur, apakah saya berusia 20 atau 35 tahun, yang jelas saya berjanji kembali untuk bermain. " Kata ribery kepada Kicker.

Dimusim lalu, cidera membatasi Ribery bermain dengan hanya mencatatkan 23 penampilan di semua kompetisi - jumlah paling sedikit sejak ia di datangkan Bayern dari Marseille pada tahun 2007.

Ramadhan Ala Pesepakbola Muslim Dunia











Bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah telah tiba hingga kini sudah berjalan setengah bagian. Seperti di ketahui, sepanjang bulan Ramadhan setiap umat Muslim dewasa dan sehat akal wajib menahan segala nafsu duniawi, yang di antaranya adalah Makan Minum Dll , sejak terbit hingga terbenamnya Matahari.

Bulan yang jadi ladang pahala tersebut jelas tak akan begitu saja dilewatkan, termaksuk oleh para Pesepakbola Muslim tersohor dunia. Berbagai aktivitas pun dilalukan untuk menyambut dan menjalani nikmatnya ibadah puasa.

Berbeda dengan tahun lalu yang tampak lebih spesial karena Bebarengan dengan digelarnya PIALA DUNIA 2014. puasa Ramadhan tahun ini terasa lebih Bersahat, Lantaran bertepatan dengan momen libur musim panas. 

HASIL POLLING: Zlatan Ibrahimovic Jadi Idaman AC Milan

                                            
 Kenangan manis Zlatan Ibrahimovic ketika mengenakan jersey Rossoneri seperti tidak mudah di lupakan oleh Milanisti. Pada polling yang dilempar kepada pembaca Goal Indonesia. striker asal swedia itu sepenuhnya mendominasi perolehan suara AC MILAN saat ini sedang melalui masa sulit setelah hanya mampu menempati posisi kesepuluh di klasemen akhir serie A dimusim Itali yang lalu dan kehadiran Ibrahimovic, sang monster kota k penalty , di yakini bisa menjadi salah satu solusi paling bagus. Seperti yang di ketahui , dalam dua musim bersama Rossoneri, Ibrahimovic mampu menyumbangkan dua gelar Yaitu Scudetto dan Piala Super Itali. Dan tidak mengagetkan pemain Paris Saint Germain ( PSG ) itu mendapatkan dukungan nyaris 50 % untuk di borong kembali . Alternatif untuk posisi ini depan adalah Striker Sevilla. Carlos Bacca , di urutan kedua dengan 23,2 % , dan Stevan Jovetic yang membuntuti ketat di posisi ketiga dengan perolehan suara 19,8 %. Tetapi nama pertama diyakini akan segera merapat ke San Siro, Setelah sang pemain mengonfirmasi bahwa dirinya akan bergadung dengan Rossoneri. Dua nama tersisa, yaitu Yacine Brahmini dari Porto dan Jonathan Soriano dari Red Bull Salzburg, hanya mendapatkan sedikit suara, masing-masing dibawah tujuh persen.

Thursday, July 2, 2015

ROAD TO FINAL Copa America 2015: Argentina



Tidak Keliru Argentina di posisikan Sebagai team Favorite Terkuat dijawara COPA AMERICA 2015.
Walau sempat terlatih-latih, status itu dijawab lugasa oleh Lionel Messi. dengan melangkah ke Laga Final menghadapi Tuan Rumah Cile, Minggu (5/7) dinihari WIB.

di Huni penyerang-penyerang kelas satu, pada awalnya Timnas yang dinakhodai Gerardo" Tata" Martino ini
kesulitan menunjukkan ketajamannya. Sampai perempat-Final Los Albicelestes hanya sanggup empat kali menggetarkan jalan lawan.
Namun , Produktivitas rendah itu sirna seketika tatkala tarian Tango meluluhlantakkan Paraguay di babak Semi-Final dengan Marjin Kompreshensif 6-1!

Messi tetap di sorot kritikus lantaran baru mencetak satu gol sejauh ini, tapi jagoan Barcelona itu membuktikan performa cemerlang tak bisa hanya di ukur dengan gol, Di Tournament ini Messi banyak Berperan sebagai pembuka ruang, Kreator seragan, dan penyuplai umpan-umpan manja untuk diambil rekan-rekannya. Dalam lima laga Argentina, empat kali pemain ajaib berkaki kidal itu dinobatkan sebagai Man Of The Match, Salah satunya di tolak Lionel Messi Lantaran team gagal memberi kemenangan.


            Lionel dan Team-Team nya , mentongsong gelar senior pertama dengan ARGENTINA ?




Laga yang dmaksud adalah pertandaingan pertama Argentina di Cile, Kontrak Paraguay pada laga Pembuka Group B, Skuat Martiono memimpin di score 2-0 di babak pertamanya Atas tendangan gol dari Sergio Aguero Plus Konversi Penalty Lionel Messi, namun pada akhirnya mesti puas dengan torehan hanya 1 poin setelah gawan SErgio Romero di jebol Nelson Valdez dan Lucas Barrior selepas turun istirahat.

Argentina Mampu bangkit pada duel selanjutnya melawan Kampiun bertahan Uruguay. Sundulan dari Aguero di paruh kedua jadi Penentu Kemenangan 1-0 Tango, yang kemudian kembali mengemas skor minimalis Kala menundukkan negara undangan Jamaika. pada pertandingan penutup Group,Torehan cepat Gonzalo Higuain pada sepuluh menit permainan jadi gol semata wayang meski Argentina mendominasi Mutalak.

Kelemahan penyelesaian akhir masi mengiringi langkah Argentina kalah berhadapan dengan Colombia pada laga pertama ronde Knock-out . Mereka membutuhkan kemenangan via adu Penalty. setelah di bendung selama 120 menit untuk menyambar selembar tiket semi-Final.

Namun problema itu akhirnya teratasi di empat besar, Kembali berjumpai dengan Paraguay yang mengimbangi mereka di penyisihan, kali ini Argentina benar-benar menunjukkan superioritas garda dengan mereka . La Albirroja di hajar score 6-1 di Concepcion .

Marco Rojo, Javier Pastore, Angel Di Maria (2 gol), Aguero, dan Higuain menghiasi papan Skor dalam pesta Albicelestes, di mana Lionel Messi? Sang Kapten " melayani" kawan-kawannya dengan kontribusi tiga assist, juga turut berperan dalam penciptaan dua gol lain.

Setelah ditundukkan Germany 1-0 di final Piala Dunia tahun lalu, Argentina kini berkesempatan mengobati kegagalan itu dengan menjadi raja Amerika Selatan di Cile, Trofi Copa juga bakala menandai prestasi emas perdana generasi Lionel Messi di tingkat senior, Tetapi sang tuan rumah sama sekali buka lawan yang gampank dan punya ambisi tersendiri buat menjuara'i Tournament untuk pertama kalinya . Bagaimana Ending-nya?






Claudio Bravo: Argentina Bukan Hanya Lionel Messi





Kapten Timnas Cile, Claudio Bravo, mewanti-wanti rekannya untuk tidak terlalu Focus pada kapten Argentina, Lionel Messi , di final Copa America 2015 nanti.

Bravo paham jika Messi bisa jadi pengalih perhatian mematikan bagi lawan-lawannya , Lantaran satu Team Dengan di Barcelona. Selain Lionel Messi , sang Kiper juga mewaspadai Javier Mascherano, yang juga rekannya di Blaugrana.

"Faktanya adalah partai Final nanti jelas tidak akan mudah. Jika kita melihat kualitas team yang memiliki Leo [ Messi ], apa yang sudah dia lakukan sepanjang kariernya, semua itu sangat luar biasa," kata Bravo, Seperti di kutip GOAL ARGENTINA.

"Namun saya rasa kami Harus lebih fokus ke team Argentina. Jika kami bermain sebagai Team, Kami bisa mengendalikan Leo dan dari Team-Team nya yang pemain Hebat dll.

"Sementara Javier Mascherano adalah pemain yang sangat berharga. Dia bisa memberikan Karakter pada Team , dia adalah Jantung Team ,Tapi sekali lagi, performa Argentina nanti tidak hanya akan bergantung kepada JAVIER atau LEO , " Katanya.

Sejarah Hari Ini (3 Juli): Gol Cantik Ilie Dumitrescu Singkirkan Argentina


Defisit satu gol membuat Argentina meningkatkan tensi serangan mereka. Usaha mereka langsung berubah lima menit kemudian, ketika Gabril Batistuta di langgar di kotak Pinalty, Sang penyerang langsung
saja menyamakan kedudukan lewat eksekusi titik putih

Tricolorii tak membiarkan Argentina besar kepala terlalu lama, Dua menit setelah gol penyama kedudukan Batistuta, Dumitrescu kembali membawa Rumania unggul. Golini bermula dari serangan balik yang dikreasi oleh Gheorghe Hagi.

Cadangan Gelandangan Real Madrid dan Barcelona ini melakukan umpan satu-dua dengan Team nya, lalu melepas terobosan kedalam kotak Pinalty untuk langsung di sambut oleh Dumitrescu. Di paruh kedua, giliran Hagi yang mencatatkan namanya di papan Score , dia Menerima umpan akurat dari Dumitrescu, lalu tendangan kerasnya langsung mengoyak gawang Luis Islas .

Argentina mampu membalas balik di menit 75, Abel Balbo membayar lunas kesalahannya di paruh pertama dengan mencetak gol, tapi aksinya di penghujung laga tak lebih dari sekadar konsolasi, Generasi emas Rumania melangkah ke perempat-Final Piala Dunia. Sayang , langkah mereka berhenti di babak Berikut karna kalah mengadu Pinalty dari Swedia.